kentispirit.dikti.net Semangat berbagi, dengan kemurnian tendensi

Pelangi Pasca Badai: Bencana Presentasi Syariah vs Kapitalisme

Posted on October 25, 2009

Beberapa hari lalu mendapat jatah untuk presentasi dengan tema isu global yang detailnya bisa dipilih sendiri. Secara sengaja dan sekenanya akhirnya saya dan seorang teman sepakat untuk memilih tema ekonomi syariah dimana tema tersebut cukup dianggap sebuah isu,  global pula. Karena sadar tidak tau-menau tentang ekonomi islam sebelumnya, untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan susah sewaktu presentasi, dipilihlah system ekonomi kapitalisme sebagai pembanding. Harapannya adalah presentasi akan mengarah kepada perbandingan antara kedua kubu, dan terlena untuk tidak menggali kedalaman dua kubu system ekonomi yang dipertarungkan. Dan hasilnya, ide pengalihan perhatian tersebut membawa kepada sebuah bencana presentasi baru.

Walaupun sesi presentasi berjalan dengan kucuran peluh, darah, bahkan nanah ada pelajaran berharga yang akhirnya bisa diambil untuk digelar dalam tulisan ini. Dibumbui dengan hipotesis-hipotesis pribadi yang tak terbuktikan, semoga menggelitik untuk menjadi bahan pikiran di waktu senggang.

Selesai sesi presentasi, dibukalah sesi tanya jawab. Di sesi ini, laiknya politik devide et ampera, kami teman sekelas dipaksa untuk menempati dua kutub yang berbeda dan saling menyerang. Karena sejak awal tema sentral yang ingin dibawakan adalah keunggulan ekonomi syariah, bendera syariah otomatis  berkibar dikutub kami, pihak presenter. Sedang bendera kapitalisme melambai-lambai tidak kalah gagahnya ditangan musuh, pihak reviewer. Gendering perang ditandai dengan pertanyaan pertama, disusul dengan sanggahan, serangan kembali, bantahan, memotong pembicaraan,  semakin melambungkan semangat kedua pihak untuk saling menyerang dan bertahan.

Curanmor, ngakak linguistik

Posted on October 24, 2009

Bukan pencurian sepeda motor yang menakutkan melainkan curahan perasaan dan humor. Acara regular dari sebuah stasiun radio swasta di Cilacap. Format acaranya adalah drama komedi radio, dibawakan (sepertinya selalu) oleh dua orang, hanya oleh dua orang tapi selalu bisa menstimulus syaraf ketawa kita. Sebab yang paling kentara adalah penggunaan bahasa Banyumas-an beserta seluruh kelengkapan logat dan intonasinya yang sudah dari sananya, unik. Disana juga sering terdengar kata bahasa jawa yang sudah jarang terdengar, hampir punah sepertinya.

Salah satu kehebatan acara ini adalah beredarnya file mp3 dari episode-episode curanmor di internet. Official blog-nya sendiri bisa dikunjungi di http://curanmor.blogspot.com. Disitu bisa didowload juga koleksi mp3-nya. Sampe heran, ada drama radio yang sampai didokumentasikan seperti itu, benar-benar tidak mau kalah dengan sinetron.

Sebetulnya, kisah yang dibawakan didalamnya ada yang sudah sering kita ketahui dari berbagai sumber terutama buku-buku TTS. Namun karena kehebatan pembawaannya, humor yang sederhana dan sudah tidak lucu itu menjadi lucu kembali. Process aransemen ulang lelucon yang dibawakan dalam curanmor sepertinya memang diformat untuk tidak memberikan kesempatan kepada otak untuk menduga klimaks dari lelucon terkait, dikarenakan dominasi syaraf ketawa yang tak terhindarkan karena gelitikan logat Banyumasan yang menjadi instrumenya. Padahal leluconnya sudah pernah kita dengar, tapi kita terlalu sibuk untuk tertawa daripada menyisakan porsi diotak untuk menyadari bahwa sebenarnya lelucon itu sudah pernah kita ketahui. Mungkin terlalu lebay tapi seperti itulah yang saya rasakan.

Tagged as: No Comments